| Dua Langkah Paling Penting Untuk Melakukan Detoksifikasi yang Sehat |
Penting untuk mengetahui dasar-dasar diet detoks yang sehat sebelum Kamu mulai
Apakah diet detoks yang sehat cocok untuk Kamu? Singkatnya, detoksifikasi adalah proses membersihkan tubuh dari bahan kimia berbahaya. Ini termasuk karsinogen dan racun lingkungan lainnya, seperti polutan udara, produk sampingan pencernaan, hormon dan pestisida, yang secara sengaja dan tidak sengaja kita konsumsi atau hasilkan melalui metabolisme normal tubuh.
Mayoritas proses detoksifikasi terjadi di dalam hati dan sistem pencernaan dan dibagi menjadi dua fase utama. Yang pertama melibatkan penguraian atau modifikasi racun menjadi berbagai bentuk. Yang kedua melibatkan pengikatan bahan kimia yang baru terbentuk ini dengan molekul protein spesifik untuk diekskresikan oleh tubuh.
Fase 1: Penguraian racun
Unsur-unsur beracun secara biokimia diubah oleh sekelompok enzim yang dikenal sebagai sistem sitokrom P450. Sistem enzim ini menghancurkan atau mengubah bahan kimia dan racun berbahaya melalui serangkaian reaksi biokimia yang dikenal sebagai reaksi reduksi oksidasi dan hidrolisasi.
Proses biokimia ini mengubah bentuk toksin, membuatnya lebih menarik dan tersedia untuk mengikat pada fase kedua proses. Metabolit antara ini dikenal sebagai xenobiotik.
( Tahukah Kamu bahwa herbal ini juga dapat membantu menghilangkan racun?)
Fase 2: Apa yang harus Kamu makan
Dalam proses yang dikenal sebagai konjugasi, toksin yang diubah tersebut digabungkan dengan molekul protein untuk membuatnya lebih mudah larut dalam air dan lebih mudah diekskresikan dalam empedu atau urin.
Diet detoksifikasi dimulai dengan mengesampingkan gula sederhana, lemak jenuh, alkohol, kafein dan makanan yang mengandung aditif dan pengawet, yang mengurangi beban pada hati dan ginjal.
Aku merekomendasikan makanan organik untuk mengurangi paparan pestisida dan hormon eksogen. Makanan seperti lemon, bit, wortel, dan artichoke merangsang proses pembersihan di hati, jadi ini harus ditingkatkan. Ini tip mudah: Mulailah hari Kamu dengan air panas dan lemon, bukan kopi.
Protein sangat penting untuk pembuatan dan perbaikan sel, produksi enzim dan regenerasi hati. Pilih sumber protein organik tanpa lemak, seperti ikan, putih telur, kalkun, ayam, protein shake dan kedelai / tahu, sebagai sumber protein utama Kamu.
Kamu harus makan satu gram protein per kilogram berat badan Kamu per hari, dibagi menjadi tiga kali makan. (Jika Kamu memiliki berat 60 kilogram, Kamu akan membutuhkan 20 gram protein setiap kali makan.)
No comments:
Post a Comment